s

Tampilkan postingan dengan label Liga Italia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Italia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

Eks Pelatih Beri Pujian pada Montolivo

Riccardo Montolivo. (Foto: Reuters)
Riccardo Montolivo.
FIRENZE - Riccardo Montolivo semakin menunjukkan peran pentingnya di AC Milan. Delio Rossi, pelatih yang pernah bekerjasama dengan Montolivo di Fiorentina, mengatakan kalau eks anak buahnya itu memiliki kualitas dan totalitas yang tak perlu diragukan.

Montolivo, yang memang berkeinginan untuk meninggalkan Fiorentina akhirnya pergi saat masa kontraknya usai pada akhir musim 2011/2012 lalu. Meski situasi antara Montolivo dan La Viola saat itu sedikit memanas, Rossi tetap memberikan kepercayaan dan menurunkannya di setiap laga.

“Riccardo merupakan profesional. Saya tidak senang dengan situasi yang menimpanya, tapi saya tetap memilihnya karena dia mempunyai totalitas bagi Fiorentina,” ujar Rossi, seperti dilansir Football-Italia, Sabtu (10/11/2012).

“Dia selalu menjadi pemimpin di ruang ganti. Ada beberapa detail di kontaknya yang memungkinkan dia untuk pindah,” sambung pelatih yang diberhentikan Fiorentina karena memukul pemainnya sendiri, Adem Ljacic tersebut.

Kendati keinginannya untuk berpindah ke klub yang lebih besar telah tercapai, namun klubnya kini, Milan tengah dalam masa sulit. Rossoneri kini menempati peringkat 11 klasemen sementara Serie A, setelah menelan enam kali kekalahan, dua hasil imbang, dan empat kemenangan.

Sumber

Senin, 29 Oktober 2012

Lima Kemenangan Beruntun Inter, Puaskan Strama

Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni (Foto: Reuters)
Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni
BOLOGNA - Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni mengaku puas dengan perjuangan anak asuhnya yang kembali sukses meraih kemenangan. Strama menilai, performa timnya kini sudah cukup solid dan terorganisir.

Nerazzurri sukses memetik kemenangan kelimanya usai menundukkan Bologna 3-1 di Stadion Renato Dall’Ara, semalam. Hasil ini sontak kian memantapkan posisi Inter di urutan tiga klasemen sementara dengan 21 poin.

“Kami cukup kesulitan pada menit-menit awal di kedua babak, dan Bologna menunjukkan semangat yang luar biasa. Tapi, saya senang dengan performa kami,” tutur Stramacioni di situs resmi Inter.

“Kami tampil cukup solid dan terorganisir, dan bermain lebih terbuka. Dalam opini saya, kami tampil sangat bagus. Kita terus berkembang dan saua senang dengan progress kami ini,” sambungnya.

Bersama Stramaccioni, performa Inter memang cukup baik, terutama di laga tandang. Di musim ini, Inter dibawanya mencatatkan rekor 100 persen kemenangan di delapan laga tandang yang mereka lakoni (di berbagai kompetisi).

“Saya mencoba untuk melakukan tugas saya, dan saya bangga menjadi pelatih Inter. Ketika sebuah tim menang delapan pertandingan (tandang), itu pertanda kesatuan.  Ini berarti bahwa kami fokus dan termotivasi,” imbuhnya.

Hasil ini menjadi pertanda bagus buat Inter yang pada akhir pekan ini akan melakoni laga tandang ke markas juara bertahan sekaligus pimpinan klasemen sementara saat ini, Juventus. Namun, sebelum itu Diego Milito dkk akan terlebih dulu menjamu Sampdoria pada laga midweek Serie A.

“Jangan lupakan bahwa kami akan menghadapi Sampdoria terlebih dahulu, “  pungkas mantan pelatih tim junior Inter Milan itu meminta anak asuhnya fokus ke Sampdoria sebelum kontra Juve.

Sumber

Jumat, 26 Oktober 2012

Galliani: Allegri Bakal Mampu Bawa Milan Keluar dari Krisis

Adriano Galliani dan Massimiliano Allegri (Foto: Ist)
Adriano Galliani dan Massimiliano Allegri
MILAN - Untuk kesekian kalinya, Adriano Galliani menepis rumor yang menyebut dirinya akan memecat pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. Wakil presiden klub I Rossoneri ini justru mengaku masih percaya penuh pada sosok pelatih 45 tahun tersebut.

Masa depan Allegri di kursi kepelatihan Milan tengah jadi komoditas panas media-media Italia. Hasil buruk yang ditorehkan Milan sepanjang musim ini diklaim menjadi tanggung jawab pelatih yang memberikan gelar scudetto di musim pertamanya di Milan tersebut.

Terkini, tiga kekalahan beruntun yang dialami Milan atas Inter Milan, Lazio dan terakhir Malaga di Liga Champions, membuat media-media Negeri Pizza sangat yakin bila mantan pelatih Cagliari tersebut akan didepak. Mereka bahkan telah merilis sejumlah nama yang akan jadi pengganti Allegri.

Namun, Galliani mengaku jika dirinya dan jajaran staf Milan masih percaya penuh pada pelatih terbaik Italia 2009 tersebut. Pria berkepala plontos sadar bahwa saat ini Milan tengah menjalani ‘tahun 0’ menyusul hengkangnya sejumlah pemain bintang di musim panas lalu.

“ Kami akan terus bersama Allegri. Kami akan melangkah ke depan bersamanya,” ujar Galliani dikutip Milan Channel, Jumat (26/10/2012).

“Presiden dan saya cukup yakin bahwa kami akan terus bersama Allegri. Fans juga harus bersabar dan memahami bahwa musim ini merupakan “tahun 0” untuk Milan,” sambungnya.

“Kita harus bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk keluar dari kesulitan ini. Saya mencoba untuk tidak berbicara terlalu banyak karena saya selalu ditanya tentang pelatih,” pungkas tangan kanan presiden klub Silvio Berlusconi tersebut.

Ya, perginya sejumlah pemain senior seperti Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi, Clarence Seedorf, Mark van Bommel serta dua bintang utama, Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva telah membuat Milan goyah.

Di musim ini, Milan harus terpuruk di urutan 15 klasemen sementara usai menelan lima kekalahan dari delapan laga yang dimainkan. Di ajang Liga Champions, langkah Milan untuk lolos ke babak 16 besar juga tak mudah, lantaran baru memetik satu kemenangan dari tiga laga. Milan harus puas berada di posisi dua, di belakang Malaga.

Sumber

Kamis, 25 Oktober 2012

Inter Hindari Lihat Klasemen Serie A

Andrea Stramaccioni (Foto: Reuters)
Andrea Stramaccioni
MILAN – Inter Milan kini berada di peringkat ketiga di klasemen sementara Serie A dengan hanya terpaut empat poin dari pimpinan klasemen Juventus. Hasil itu menyiratkan asa bahwa Nerazzurri berpeluang untuk bersaing merebut Scudetto.

Allenatore Inter, Andrea Stramaccioni menyatakan, timnya saat ini tengah berada dalam kondisi baik, dan yang terpenting bagi Esteban Cambiasso cs adalah tetap fokus di setiap pertandingan.

"Kami bekerja dengan baik pada saat ini, seperti yang kita lihat pada hari Minggu lalu," kata Stramaccioni, seperti dilansir Football-Italia, Kamis (25/10/20120. "Kami sedang menikmatinya dan menjaga kaki kami tetap di tanah,” tambahnya.

Stramaccioni pun mengingatkan anak-anak asuhannya untuk terus bekerja keras dan berkembang demi meningkatkan performa mereka. Dia juga menekankan untuk tak perlu melihat klasemen dan hanya fokus pada setiap pertandingan.

"Dalam pikiran kami harus memiliki tekad untuk bekerja keras dan berkembang dari pertandingan ke pertandingan lain, tanpa perlu melihat klasemen, yang bisa mengalihkan kami dari tujuan utama kami,” pungkasnya.

Sumber

Jumat, 19 Oktober 2012

Vidal Bantah Tak Nasionalis demi Juve

Arturo Erasmo Vidal Pardo (Foto: Reuters)
Arturo Erasmo Vidal Pardo
TURIN – Setelah Gianluigi Buffon yang sempat akan absen di tim nasional Italia agar fit menyongsong laga Juventus vs Napoli, kini tuduhan minus nasionalisme tersebut menular kepada Arturo Vidal di timnas Chile, ketika menghadapi Ekuador di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona CONMEBOL, akhir pekan lalu

Jika Buffon bermoduskan sangkaan cedera yang ternyata fakta, Vidal dituduh tak nasionalis dengan ‘mengagendakan’ mendapat kartu merah dari wasit. Kejadian itu ternyata sesuai fakta di lapangan. Akibatnya, Vidal ‘bebas’ kembali lebih awal ke Turin karena sanksi kartu merah tak membolehkannya membela La Roja melawan Argentina, tengah pekan lalu.

Mendengar fitnah tersebut, sontak gelandang lugas itu membantahnya dengan keras. Vidal mengaku bahwa tak mungkin bagi dirinya mengkhianati negaranya hanya demi Bianconeri, terlebih Chile dihadapkan dengan tim Tango, usai dikalahkan Ekuador, 1-3.

“Bagaimana anda bisa memikirkan hal seperti itu? Saya bangga bermain untuk timnas dan juga Juventus. Apalagi kami (Chile) punya pertandingan penting melawan Argentina” tegasnya kepada La Stampa, Kamis (18/10/2012).

“Semua pesepakbola, apakah dia bermain untuk Juventus atau tidak, pasti ingin selalu bermain. Tapi yang namanya sepakbola, ada saatnya terkena cedera dan dikartumerahkan wasit,” lanjut jebolan akademi Colo-Colo tersebut.

Akhir pekan ini di giornata kedelapan, Vidal dkk di skuad Nyonya Tua sudah dinanti Il Partenopei untuk menentukan siapa sebenarnya yang pantas duduk di takhta tertinggi klasemen sementara. Vidal mengusung pentingnya raihan tiga poin dengan menguasai permainan atau katakanlah, mendikte Edinson Cavani Cs.

“Laga ini penting bagi kami, terutama karena mereka (Napoli) menjalani musim yang hebat. Sekarang, kita lihat siapa yang lebih kuat,” tambah Vidal.

“Vital bagi kami memenangkan semua pertandingan karena dengan begitu, lawan-lawan di laga selanjutnya akan menengok tim anda dengan perasaan ‘ngeri’. Kami harus menekan Napoli, membuat mereka terus mengejar bola. Jika kami bisa memainkan penguasaan, kami akan menang,” tutupnya optimistis.

Sumber

Kamis, 18 Oktober 2012

Franco Baresi Yakin Marco Verratti Jadi Pemain Top

Franco Baresi Yakin Marco Verratti Jadi Pemain Top
Marco Verratti (kiri) 
 
PARIS - Legenda AC Milan, Franco Baresi yakin gelandang Italia Marco Verratti akan menjadi pemain top di level internasional.
Baresi, yang pernah menorehkan 82 penampilan bersama Azzurri dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Italia abad ini oleh FIGC, yakin Verratti memiliki masa depan yang cerah.
Verratti masih berusia muda, 19 tahun, dan menjadi pemain penting di dalam skuat pelatih Paris Saint-German Carlo Ancelotti.
"Ia adalah pemain muda, tapi sudah sangat profesional, Ia akan menjadi pemain yang sangat kuat," ujar Baresi kepada wartawan.
"Ia akan mendapat pengalaman bersama Paris Saint-Germain karena di sana ia bertemu dengan juara hebat dan carlo Ancelotti, pelatih asal Italia yang sangat berpengalaman."
"Saya pikir ia akan bagus untuk tim [Italia] dan penting untuk PSG."

Sumber

Senin, 15 Oktober 2012

Inter Sudah Satu Level dengan Juventus

Coutinho berkembang pesat sejak dipinjamkan ke Espanyol musim lalu/Reuters
Coutinho berkembang pesat sejak dipinjamkan ke Espanyol musim lalu/Reuters
MILAN – Sepekan pasca-kemenangan dalam derby Milan, antusiasme di kubu Internazionale Milan masih tetap tinggi. Gelandang serang Philippe Coutinho bahkan merasa Nerazzurri sudah satu level dengan Juventus.

Bila patokannya raihan poin di awal musim 2012/2013 ini, Inter memang berada di posisi keempat tak jauh di belakang Bianconeri dan Napoli di puncak klasemen. Nilai Nerazzurri kini 15 poin, sementara Juve dan Napoli sama-sama mengoleksi 19 poin.

Namun, ingat La Vecchia Signora tidak terkalahkan dalam 46 pertandingan terakhir di Serie A. Dari catatan ini saja bisa diketahui di mana level permainan Juventus dibandingkan klub-klub negeri pizza lainnya.

Meski demikian, Coutinho tetap yakin Inter bisa memenangi Scudetto lagi yang terakhir kali direbut pada musim 2009/2010 lalu saat La Beneamata sukses meraih treble winners. Syaratnya, terus meningkatkan diri dan berkembang.

“Kami tahu betapa pentingnya memenangi pertandingan tersebut dan kami senang bisa mewujudkannya. Tapi kami tidak boleh berhenti di sini,” kata Coutinho seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

“Apakah Inter satu level dengan Juve dan Napoli? Ya, saya percaya itu memang benar. Kami berharap bisa meningkatkan diri lagi supaya bisa mencapai puncak klasemen Serie A,” kata Coutinho.

“Bisakah kami memenangi Scudetto? Ya, jelas kami bisa!” kata pemain tengah belia asal Brasil berusia 20 tahun ini.

Laga Inter selanjutnya di Serie A adalah menjamu Catania di Giuseppe Meazza pada Minggu (21/10).

Minggu, 07 Oktober 2012

Kalahkan Atalanta, Posisi Roma Naik

Michael Bradley (kanan) merayakan gol. (Foto: Reuters)
Michael Bradley (kanan) merayakan gol.
ROMA – AS Roma berhasil memetik tiga angka saat menjamu Atalanta. Serigala Roma mampu mengalahkan Atalanta dengan skor 2-0, dalam lanjutan Serie A untuk pekan ketujuh.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Olimpico, Minggu (7/10/2012) malam WIB, Roma berusaha untuk bangkit setelah dihabisi Juventus 4-1. Sedangkan Atalanta juga mengalami nasib serupa setelah dihajar oleh Torino 5-1, pekan kemarin.

Namun, kali ini allenatore Zdenek Zeman tidak dapat memainkan Daniele De Rossi, Nicolas Burdisso danPablo Daniel Osvaldo. Sedangkan Miralem Pjanic dan juga Dodo cedera. Sementara badai cedera juga menghampiri Atalanta.

Babak Pertama
Roma memulai pertandingan dengan agresif. Francesco Totti yang ditugasi mengatur irama permainan tim tuan rumah, langsung memimpin rekan-rekannya untuk menusuk jantung pertahanan lawan sejak menit awal.

Meski demikian, Atalanta juga tidak mau kalah. Bahkan, skuad besutan Stefano Colantuono ini mendapatkan peluang ketika peluang Giuseppe De Luca nyaris membuahkan gol. Beruntung, Moralez dengan sigap membuang bola.

Permainan cepat yang diperagakan Totti dkk membuahkan hasil juga. Menit 30, Lamela melakukan kerjasama satu-dua sentuhan dengan Totti, sebelum akhirnya tendangan pelan penyerang asal Argentina itu menggetarkan gawang Andrea Consigli.

Bahkan, Roma seharusnya sudah unggul 2-0 pada babak pertama. Berawal dari umpan silang Federico Balzaretti, bola diteruskan kepada Mattia Destro. Sayang, tendangannya masih melambung dari gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua
Permainan menyerang kembali diterapkan Roma pada babak kedua. Totti dkk tanpa henti menekan pertahanan Atalanta. Skuad besutan Zeman mendapatkan tiga peluang emas lewat Stefan Florenzi, Lamela dan Totti. Namun, ketiganya belum membuahkan gol.

Serigala Roma kembali mendapatkan kesempatan lewat Totti. Kali ini, bola hasil sepakan pemain veteran asal Italia itu hanya membentur tiang gawang. Akhirnya, usaha tim ibu kota Italia untuk menambah gol berhasil juga.

Berawal dari sebuah sepakan keras Destro berhasil ditepis oleh Consigli, namun bola jatuh di kaki Bradley yang dengan tenang menceploskan bola ke gawang Atalanta. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Roma.

Atalanta bukan tanpa peluang, Dennis sempat membuat sebuah gol di babak kedua. Namun, wasit menganggap penyerang Atalanta itu sudah berdiri pada posisi offside. Praktis, skor 2-0 bertahan hingga usai.

Hasil ini, maka Roma menempati peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan torehan 12 angka dari tujuh pertandingan. Sementara Dennis dkk, tertahan di peringkat 18 klasemen Serie A.

Susunan Pemain
Roma: Stekelenburg; Piris, Marquinhos, Castan, Balzaretti; Florenzi (Marquinho 85), Bradley (Perrotta 72), Tachtsidis; Destro, Totti, Lamela.

Atalanta: Consigli; Raimondi, Matheu, Peluso, Brivio; Schelotto, Cigarini, Cazzola (Scozzarella 72), Moralez (Bonaventura 60); De Luca (Marilungo 65), Denis.

Sumber